Profil Nadiem Makarim Pengusaha Sekaligus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Profil Nadiem Makarim pengusaha sekaligus Menteri Pendidikan – Tentu kita semua sudah tidak asing dengan sosok Nadiem Makarim.  Sosok yang dulunya dikenal sebagai bos Go-Jek tersebut kini diangkat menjadi Menteri Pendidikan Kabinet Indonesia Maju dalam era pemerintahan Presiden Jokowi. Sosok Nadiem Makarim ini begitu mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Banyak yang tidak menyangka jika Nadiem ini diangkat menjadi Menteri Pendidikan, justru banyak yang mengira Nadiem akan menduduki jabatan Menteri Industri Pariwisata. Nadiem Makarim juga menjadi menteri termuda di era kabinet Jokowi dimana tahun ini dirinya baru berusia 35 tahun.

Biografi Nadiem Makarim

Profil Nadiem Makarim pengusaha sekaligus Menteri Pendidikan ini sangat menarik dikulik. Hal pertama yang paling menarik diketahui adalah latar belakang dan sosok Nadiem itu sendiri.  Nadiem Makarim lahir di Singapura, 4 Juli 1984. Nadiem lahir dari pasangan Nono Anwar Makarim asal Pekalongan dan ibunya Atika Algadrie dari Pasuruan. Ayah Nadiem bekerja sebagai pengacara dan ibunya dalam bidang nonprofit. Nadiem juga memiliki dua saudara perempuan. Istrinya bernama Franka Franklin dimana mereka menikah pada tahun 2014 silam, dari pernikahannya Nadiem dikaruniai satu anak perempuan bernama Solara Franklin Makarim.

Nadiem Makarim bersekolah di SD Jakarta, begitu pula dengan Sekolah Menengah Pertamanya diselesaikan di Indonesia. Barulah saat pendidikan menengah atas, Nadiem melanjutkannya di Singapura. Lepas dari SMA, Nadiem mengambil jurusan International Relations di Brown University, Amerika Serikat.  Selama setahun Nadiem Makarim mengikuti program berupa foreign exchange di London School of Economics dan Political Science. Setelah itu melanjutkan study di Harvard Business School dengan menyandang gelar MBA atau Master Business of Administration.

Pengalaman Kerja

Profil Nadiem Makarim pengusaha sekaligus menteri pendidikan yang menarik untuk diketahui selanjutnya adalah pengalaman kerjanya. Sebelum mendirikan Go-Jek Nadiem Makarim ini memiliki pengalaman kerja di perusahaan bergengsi. Berkat kejeniusannya mudah bagi Nadiem untuk bisa bekerja di perusahaan-perusahaan bergengsi di Indonesia tersebut. Setelah lulus Nadiem kembali ke Indonesia, kemudian dengan menggunakan ijazahnya dia bekerja di perusahaan konsultan dengan taraf internasional yaitu McKinsey & Company di Jakarta. Di perusahan tersebut Nadiem Makarim hanya menghabiskan waktunya selama tiga tahun saja. Nadiem kemudian pindah bekerja di Zalora Indonesia, menjabat Co-Founder dan Managing Editor selama satu tahun. Setelah itu Nadiem berpindah lagi ke perusahaan KartuKu, menjabat sebagai Chief Innovation Officer dimana di perusahaan tersebut Nadiem bekerja pada bagian layanan pembayaran non tunai pada tahun 2013 sampai dengan 2014.

Pendirian Go-Jek

Gojek

Gojek

Profil Nadiem Makarim pengusaha sekaligus Menteri Pendidikan yang sudah banyak dikenal masyarakat luas adalah menjadi bos Go-Jek. Ide untuk mendirikan Go-Jek ini muncul saat Nadiem harus melompat dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya. Tepatnya pada tahun 2010 silam Nadiem mulai mendirikan startup sendiri. Jika dulu hanya berbasis aplikasi, namun karena regulasi dari pemerintah Indonesia akan transportasi online yang berubah membuat  Nadiem harus mendirikan perusahaan fisik dan berbadan hukum. Akhirnya Go-Jek memiliki perusahaan sendiri dengan nama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Go-Jek ini sendiri lahir dari kejelian Nadiem dalam menganalisa peluang bisnis. Nadiem yang sering menggunakan ojek untuk berangkat ke kantor mencoba untuk memadukan teknologi dengan jasa ojek kemudian menghasilkan inovasi baru.

Pada awal pendirinya, Go-Jek mengundang pro kontra. Pronya adalah masyarakat akan memiliki akses yang mudah untuk mendapatkan transportasi yang diharapkan. Selain itu lebih hemat tenaga dan waktu karena tidak perlu mendatangi pangkalan ojek konvensional. Untuk kontranya Go-Jek ini mendapatkan penolakan keras dari ojek konvensional sehingga sang driver sering mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan seperti pembakaran jacket dan lain sebagainya. Kini Go-Jek menjadi startup decacorn pertama di Indonesia dengan valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS. Go-Jek sendiri sudah melakukan ekspansi ke sejumlah negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Singapura, dan juga Thailand.

Dipilih Jadi Menteri

Nadiem Makarim memiliki kedekatan dengan Presiden Jokowi. Hal itu terlihat saat peluncuran Go-Viet di Vietnam dimana Nadiem saat itu juga mengundang presiden RI tersebut. Presiden Jokowi datang langsung bersama dengan para menteri. Bahkan Nadiem juga pernah mendampingi RI 1 ke Silicon Valley, AS. Saat itu Nadiem tidak sendiri namun dia bersama dengan pentolan startup lokal lainnya seperti pendiri Tokopedia, Traveloka, dan pendiri KasKus.

Dugaan kuat Nadiem Makarim akan dijadikan menteri oleh presiden Jokowi saat banyak pemberitaan mengungkapkan bahwa Nadiem ini berkali-kali di undang ke Istana Negara untuk bertemu presiden Jokowi. Dugaan tersebut diperkuat saat Nadiem Makarim secara resmi mengundurkan diri dari Go-Jek yang selama ini membesarkan namanya. Ditemui langsung saat di Istana Negara Nadiem mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak ada lagi di Go-Jek dan sudah tidak ada lagi posisi dan kewenangan di Go-Jek.

Pengumuman kabinet jilid 2019-2024 diumumkan di Istana Negara pada hari Rabu, 23 Oktober 2019, berselang satu hari dari pernyataan resmi Nadiem yang undur diri dari Go-Jek. Jokowi menunjuk Nadiem sebagai Mendikbud dan tugasnya membuat terobosan baru yang signifikan dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia. Tugas lainnya adalah menyiapkan SDM yang siap bekerja, siap melakukan link dan match antara pendidikan dan industri.

Demikianlah profil Nadiem Makarim pengusaha sekaligus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang sangat inspiratif sekali, semoga informasi ini bermanfaat.

Загрузка...

Tags: Profil Nadiem Makarim Menteri Pendidikan Profil Nadiem Makarim pengusaha Profil Nadiem Makarim pengusaha sekaligus Menteri Pendidikan

author
Penulis: 
    Senang menulis dan sangat tertarik dengan isu-isu seputar dunia investasi, dunia bisnis, dan dunia asuransi.

    Berikan komentar