Inilah Penyebab Tidak Bisa Menabung Setelah Memiliki Anak

Terdapat berbagai penyebab mengapa para orang tua tidak bisa menabung setelah memiliki anak. Penyebab umumnya tentu saja karena kebutuhan yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia sang buah hati. Meskipun begitu, kehadiran buah hati adalah momen berharga dalam setiap keluarga. Namun tak dapat dipungkiri masalah umum yang kerap dialami para orang tua adalah tidak bisa kembali menabung setelah hadirnya anak. Lalu sebenarnya apa akar penyebabnya? Mari kita kupas satu persatu.

Terjadinya Lonjakan Pengeluaran

Lonjakan Pengeluaran

Salah satu akar permasalahan mengapa tidak bisa menabung setelah memiliki anak adalah karena terjadinya lonjakan pengeluaran dalam rumah tangga. Yang dulunya hanya memikirkan kebutuhan pasangan, kini kebutuhan kian bertambah karena hadirnya buah hati dalam keluarga Anda. Otomatis akan terjadi lonjakan pengeluaran yang drastis. Bagi orang tua yang belum siap secara finansial tentu saja dapat berdampak pada hilangnya kesempatan untuk bisa menabung seperti sebelumnya. Wajar saja, pengeluaran Anda mungkin saja bisa naik dua bahkan tiga kali lipat dari biasanya. Mulai dari membeli keperluan bayi seperti pakaian, mainan, dan juga makanan. Belum lagi bila nanti si kecil sudah beranjak dewasa, keperluan pun akan semakin meningkat seiring dengan jenjang pendidikan yang ia tempuh. Ada pula biaya-biaya lain seperti biaya asuransi dan juga biaya untuk memenuhi kebutuhan anak lainnya.

Bagaimana Strategi untuk Mengatasinya?

mencatat anggaran

Strategi yang dapat Anda lakukan untuk mengatur kondisi keuangan keluarga Anda adalah dengan membuat daftar anggaran. Setiap bulannya Anda dapat membuat daftar pengeluaran yang perlu Anda catat, baik itu untuk kebutuhan anak maupun kebutuhan sang ibu seperti perlengkapan pasca melahirkan. Nantinya akan terlihat anggaran mana yang memiliki nominal paling besar. Dengan begitu Anda dapat mengevaluasi dan menyusun strategi guna memangkas pengeluaran-pengeluaran yang terbilang cukup besar tersebut. Lakukan evaluasi setiap bulan agar Anda dapat mengatur pengeluaran semaksimal mungkin sehingga Anda masih memiliki uang sisa untuk tabungan.

Menunda Menabung

Setelah hadirnya buah hati dalam keluarga Anda, tentu segalanya akan terfokus pada keperluan sang buah hati. Mulai dari membelikan pakaian, mainan, dan keperluan-keperluan lainnya. Karena Anda merasa harus memberikan segalanya bagi buah hati, sehingga Anda lupa bahwa ada hal penting lain yang harus Anda lakukan yaitu menabung. Yang dulu menjadi prioritas kini dinomorduakan, dengan alasan yang terpenting keperluan anak dapat tercukupi dengan baik. Padahal jika Anda benar-benar cermat dalam mengatur keuangan, kebutuhan anak dan menabung tetap dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan salah satunya. Semakin Anda menunda, kemungkinan untuk terlaksananya proyek menabung ini semakin kecil bahkan tidak ada lagi.

Bagaimana Strategi untuk Mengatasinya?

Strateginya, Anda harus mau melakukan metode pemaksaan. Apa maksud dari metode pemaksaan? Maksudnya adalah Anda harus sesegera mungkin menyisihkan dana dari gaji bulanan yang Anda terima untuk ditabung. Jangan dulu digunakan untuk hal lain, jadi sesaat setelah Anda menerima uang gaji utuh, segera sisihkan untuk menabung. Hal ini dimaksudkan agar Anda tak lagi menunda-nunda menabung dengan berbagai alasan. Akan jauh lebih baik lagi jika Anda memiliki rekening yang dikhususkan untuk menabung, sehingga uang tabungan tak akan tercomot untuk membeli kebutuhan-kebutuhan Anda dan keluarga.

Takut Kekurangan

Merasa takut kekurangan adalah salah satu hal yang kerap dirasakan oleh para orang tua yang baru saja memiliki anak. Sehingga hal inilah yang menjadi akar permasalahan mengapa tidak bisa menabung setelah memiliki anak. Terlebih seiring dengan perkembangan jaman yang semakin modern, biaya hidup pun menjadi semakin mahal. Sehingga tak jarang uang akan habis sebelum dapat disisihkan untuk tabungan. Padahal semestinya menabung berada di peringkat nomor satu, namun kebanyakan para orang tua merasa menabung malah hanya akan menghabiskan uang mereka. Yang seharusnya bisa untuk membeli berbagai kebutuhan malah digunakan untuk menabung sehingga berdampak pada kekurangan. Padahal, menabung tak akan membuat Anda menjadi kekurangan namun malah sebaliknya.

Bagaimana Strategi untuk Mengatasinya?

Jika sudah tertanam stigma takut kekurangan seperti ini, maka mau tak mau Anda harus bisa merubah gaya hidup Anda dan keluarga. Yang tadinya senang berbelanja ini itu untuk keperluan buah hati yang sebenarnya tidak begitu bermanfaat, kedepannya Anda bisa perlahan-lahan mengurangi kebiasaan ini. Sebisa mungkin pangkas pengeluaran-pengeluaran yang tak perlu, karena sejatinya pengeluaran tak penting itulah yang membuat Anda menjadi kekurangan. Tentu lain cerita jika Anda tetap menabung setiap bulannya. Jika suatu saat nanti keluarga Anda benar-benar merasa kekurangan, Anda masih memiliki dana cadangan di tabungan yang bisa dipergunakan.

Tips Menghemat Keuangan Rumah Tangga

Selain strategi yang telah disebutkan diatas, terdapat cara lain untuk memudahkan Anda dalam mengatur keuangan rumah tangga agar memiliki uang lebih untuk ditabung, apa saja?

  • Beli barang bekas yang masih layak
  • Mengontrol pemakaian kartu kredit
  • Mengurangi makan atau jajan di luar rumah
  • Cermat dalam mengatur belanja bulanan
  • Belanja saat musim diskon atau promo
  • Hindari membeli barang yang tak perlu

Itulah tadi penyebab para orang tua tidak bisa menabung setelah memiliki anak. Untuk itu jangan ditunda-tunda lagi, mari menabung mulai sekarang.

Загрузка...

Tags: orang tua tidak bisa menabung setelah memiliki anak penyebab tidak bisa menabung setelah memiliki anak tidak bisa menabung setelah memiliki anak

author
Penulis: 
    Senang menulis dan sangat tertarik dengan isu-isu seputar dunia investasi, dunia bisnis, dan dunia asuransi.

    Berikan komentar