Rincian Biaya Usaha Fotocopy dan Estimasi Pendapatan

Rincian biaya usaha fotocopy – Meskipun sudah ada soft copy tapi rupanya hard copy ini masih banyak dibutuhkan dalam hal pembelajaran. Hal tersebut terbukti dengan masih banyaknya yang membutuhkan modul dalam bentuk hard copy maupun untuk materi dalam presentasi.  Oleh sebab itu usaha fotocopy akan aman untuk jangka panjang karena masih banyak yang membutuhkannya meskipun waktu terus berganti. Salah satu trik usaha agar tidak mudah gulung tikar dengan mencari jenis usaha yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat dan juga aman untuk jangka panjang. Berikut ini adalah rincian biaya usaha fotocopy yang harus Anda perhatikan dengan baik.

Modal Biaya Usaha Fotocopy

Sebelum mendirikan usaha, Anda harus merinci berapa banyak modal yang Anda butuhkan dalam bisnis tersebut. Rincian biaya yang salah akan membuat bisnis tidak bisa berjalan seperti yang diharapkan dan bisa membuat minus di awal bisnis.

Modal Peralatan

Modal Peralatan fotocopy

Modal Peralatan fotocopy

Hal pertama yang harus Anda siapkan adalah modal peralatan. Modal untuk pembelian peralatan ini cukup banyak, sehingga budget harus cukup. Oleh sebab itulah usaha fotocopy disebut sebagai bisnis menengah ke atas karena modalnya tidak sedikit. Berikut ini adalah rincian biaya usaha fotocopy dari segi peralatan:

  1. Mesin fotocopy 1 buah harga Rp16.000.000
  2. Mesin laminating 1 buah Rp1.500.000
  3. Etalase 1 buah Rp1.000.000
  4. Printer 2 buah Rp1.500.000
  5. Komputer 2 buah @Rp4.000.000 = Rp8.000.000
  6. Kursi dan meja Rp1.000.000
  7. ATK Rp3.000.000
  8. Pemotong kertas Rp500.000

Dari modal di atas jumlah biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp32.500.000. Agar bisa mengurangi modal yang harus dikeluarkan Anda bisa membeli tanah untuk dijadikan sebagai tempat usaha. Namun jika belum tahu prospeknya Anda bisa menyewa tempat untuk dijadikan sebagai lokasi usaha, sehingga biaya modal bertambah untuk menyewa tempat usaha tersebut. Banyak pebisnis yang memilih menyewa tempat usaha untuk membangun bisnisnya tersebut sehingga jika lokasi kurang mendukung untuk usaha bisa mudah pindah ke tempat yang lainnya tanpa takut merugi untuk pembelian tanah dan pendirian bangunan.

Biaya Bulanan

Biaya Bulanan

Biaya Bulanan

Tidak hanya modal peralatan saja yang dibutuhkan untuk membangun bisnis fotocopy ini namun juga ada biaya bulanan  yang harus ditanggung. Misalnya saja adalah gaji pegawai jika Anda memperkerjakan pegawai, biaya listrik setiap bulan kemudian ada biaya tinta. Mesin fotocopy ini membutuhkan tinta untuk bisa mencetak tulisan. Semakin bagus kualitas tintanya maka akan semakin bagus cetakannya yaitu tulisan menjadi hitam dan pekat. Tidak hanya tinta fotocopy saja yang dibutuhkan namun juga tinta printer maupun kertas. Berikut ini adalah rincian biaya bulanan yang harus dikeluarkan setiap bulannya:

  1. Gaji pegawai Rp900.000/ bulan
  2. Listrik Rp450.000/ bulan
  3. Bahan baku fotocopy Rp1.500.00

Untuk biaya per bulan, Anda harus mengeluarkan budget Rp2.850.000. Biaya tersebut adalah biaya pasti setiap bulannya yang harus dikeluarkan. Untuk besaran biaya ini tergantung dengan pemakaian listrik dan juga jumlah konsumen. Semakin banyak konsumen yang datang maka biaya listrik dan juga bahan bakunya semakin meningkat. Sedangkan yang tetap adalah gaji karyawan.

Estimasi Keuntungan

Estimasi Keuntungan

Estimasi Keuntungan

Untuk bisa menghitung keuntungan bisa dihitung per hari. Yang akan dibahas kali ini adalah estimasi keuntungan per hari dengan rincian seperti berikut ini:

Modal Kerja

Modal kerja ini adalah biaya yang harus dikeluarkan setiap harinya. Jika dalam sehari Anda membutuhkan 1500 lembar kertas maka biaya yang harus dikeluarkan Rp90.000. Kemudian biaya listrik per hari yang mana toko Anda buka selama 13 jam penuh maka biayanya adalah Rp15.000/ hari sehingga satu bulan menjadi Rp450.000. Selain itu gaji karyawan pr hari adalah Rp30.000. Tinta per hari Rp5.000. Total modal kerjanya sebesar Rp140.000.

Pendapatan

Setelah Anda mendapatkan estimasi modal kerja, kini bisa dihitung pendapatan per harinya. Fotocopy ini dihitung per lembar yang mana satu lembarnya dihargai Rp175. Jika ada 3 rim yang dihabiskan maka Anda tinggal mengalikan 1500 lembar x Rp175 = Rp262.500

Laba Bersih

Setelah berhasil mendapatkan total modal kerja dan estimasi pendapatan per hari bisa ditemukan laba bersih yang bisa Anda dapatkan setiap harinya. Caranya adalah mengurangkan pendapatan dengan total modal kerja yang dikeluarkan sehingga bisa ditemukan laba bersih/ netto yaitu Rp262.500 – Rp140.000 = Rp122.500/ hari. Sedangkan laba bersih per bulan bisa mendapatkan Rp3.675.000 jika dalam setiap harinya ada 1500 lembar kertas yang di fotocopy.

Demikianlah rincian biaya usaha fotocopy dan estimasi pendapatannya, semoga informasi ini bermanfaat.

Artikel Cara Investasi Bisnis ini dikenal, sbb :

modal usaha fotocopy 2018 -rincian modal usaha fotocopy -gaji karyawan fotocopy 2018 -usaha fotocopy 2018 -usaha foto -analisa usaha fotocopy -penghasilan photocopy -penghasilan usaha fotocopy -rincian biaya usaha fotocopy -pendapatan pet tahun fotokopi -

Tags: Rincian biaya peluang usaha fotocopy Rincian biaya usaha digital printing Rincian biaya usaha fotocopy Rincian biaya usaha fotocopy 2018

author
Penulis: 
    Rifzan Ahmad adalah seorang penulis konten yang sangat tertarik dengan isu-isu seputar dunia investasi, dunia bisnis, dan dunia asuransi.

    Posting Terkait "Rincian Biaya Usaha Fotocopy dan Estimasi Pendapatan"

    Kisah Sukses Pebisnis Muda yang Kaya Raya Sebelum Usia 25 Tahun
    Kisah sukses pebisnis muda memang banyak yang
    Pengertian GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) yang Menarik Diketahui
    Pengertian GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) – Bank
    7 Keuntungan Membangun Bisnis Sendiri Tanpa Partner dan Kerugiannya
    Membangun bisnis sendiri – Banyak orang yang

    Tinggalkan pesan "Rincian Biaya Usaha Fotocopy dan Estimasi Pendapatan"