Mitos Link Building Dalam Teknik SEO Yang Harus Diwaspadai

Link Building Dalam Teknik SEO – Penggunaan teknik SEO yang benar dan tepat sudah dipercayai sejak dulu mampu membawa sebuah website berada di peringkat pertama Google sebagai mesin pencarian. Seiring dengan perubahan algoritma Google yang terus diupdate maka teknik SEO pun harus dilakukan penyesuaian agar tetap efektif.

Cara SEO jaman dulu mungkin sudah tidak “ampuh” lagi bila digunakan pada jaman sekarang ini. Saya pribadi lebih menyukai bila teknik optimasi SEO baik optimasi SEO on page maupun SEO off page ini lebih mirip dengan sebuah seni karena selain ada teknik yang “white”, “black”, namun ada satu lagi kategori yang abu-abu atau samar-samar. Oleh karena itu wajar saja bila banyak mitos tentang SEO yang bermunculan dan lebih parahnya lagi bila dipercayai begitu saja tentu akan menyesatkan. Salah satu contoh mitos yang paling sering muncul adalah mitos link building dalam teknik SEO.

Link building dalam teknik SEO tak hanya seputar cara mendapatkan backlink berkualitas tapi bagaimana juga cara penempatan internal link di web baik inbound link (link ke artikel / homepage itu sendiri) dan outbound link (link ke situs lain).

Ingin tahu apa saja mitos link building dalam teknik SEO? Banyak para pakar SEO yang mengulasnya. Namun salah satu yang menarik adalah hasil tulisan Rand Fishkin dari Moz.com. Untuk lebih jelasmya yuk simak ulasan Cara Investasi Bisnis berikut ini …

Mitos Link Building Dalam Teknik SEO Yang Harus Dihindari Menurut Pakar SEO Rand Fishkin

Berikut ini adalah beberapa mitos seputar link building yang biasa kita jumpai ternyata tidak benar …

Mitos Link Building dalam Teknik SEO

Teknik Link Building dalam Teknik SEO (image: blog.ispionage.com)

Mitos Link Building Dalam Teknik SEO #1: Jangan Pernah Mendapatkan Backlink dari Situs Dengan DA Lebih Rendah

DA / Domain Authority memang sudah sejak dulu digunakan para pakar SEO untuk mengetahui seberapa “bagusnya” sebuah domain atau website. Salah satu cara mendapatkan backlink berkualitas yang biasa digunakan adalah mendapatkan link dari sebuah situs dengan DA > 80-90. Sementara mendapatkan backlink dari situs dengan DA 10-20 tidak akan memberikan banyak manfaat malah akan menaikan nilai spam (spam score).

Masalahnya DA tinggi biasanya hanya diperoleh oleh sebuah situs yang sudah lama berada di internet. Lalu bagaimana dengan situs baru? Bila Anda yakin situs baru tsb menyediakan konten yang berkualitas dan bermanfaat maka Rand menyarankan agar Anda tak perlu risau untuk mendapatkan backlink berkualitas dari situs tsb walaupun memiliki DA yang lebih rendah dari situs Anda.

Baca juga: Ternyata Banyak Manfaat Menjadi Guest Blogger Loh!

Mitos Link Building dalam Teknik SEO #2: Jangan Dapatkan Link dari Direktori

Sebetulnya teknik link building ini dapat kita pahami karena seperti yang Anda ketahui banyak sekali list direktori yang tidak bermutu yang banyak menyediakan link tidak berguna sehingga belakangan ini banyak direktori yang mendapatkan penalti Google.

Walaupun demikian tidak semua direktori menjalankan praktek “spam” karena ada direktori tertentu yang masih menyajikan informasi yang bermanfaat untuk penggunanya. Sayangnya saya pribadi kurang tahu direktori di Indonesia yang masih menyediakan konten “bermanfaat” untuk pembacanya.

Mitos Link Building dalam Teknik SEO #3: Jangan Terlalu Cepat Mendapatkan Link

Mungkin Anda pernah mendengar jangan buru-buru mendapatkan backlink karena bisa dikategorikan spam. Hal ini tidak salah namun tak sepenuhnya benar. Menurut Rand, sepanjang Anda konsisten menggunakan cara mendapatkan backlink berkualitas maka Anda tak perlu khawatir. Selama link tsb berasal dari tempat yang benar dan tepat maka Anda tak usah takut bila mendapatkannya terlalu banyak atau terlalu cepat.

Mitos Link Building dalam Teknik SEO #4: Jangan Berikan Link Ke Situs Lain

Praktek ini seringkali dilakukan oleh banyak blogger dimana mereka sangat takut menaruh link di situsnya karena dianggap dapat menurunkan kualitas “link juice”, menurunkan ranking, dll. Cara SEO ini merupakan cara lama yang sekarang sudah tidak efektif lagi karena menurut Rand, memberikan link keluar / outbound link justru sangat baik untuk menaikkan ranking situs Anda sendiri. Jadi mulai sekarang Anda tak perlu takut untuk menaruh link keluar di artikel Anda ataupun menaruh link tanpa “nofollow” asalkan memang link tsb baik untuk pembaca ya.

Baca juga: Cara Mudah Mengetahui Blog Dofollow / Nofollow dengan Browser Mozilla

Mitos Link Building dalam Teknik SEO #5: Proporsi Variasi Anchor Text Harus Tepat

Mungkin Anda pernah mendengar mengenai cara menaruh variasi anchor text sebagai cara mendapatkan backlink berkualitas dengan formula khusus, misalnya proposi nama brand (nama situs) 31%, Semi-Branded (nama situs alternatif) 19%, Keyword 22%, Random (seperti “disini”, “klik ini” dll) 28%.

Menurut Rand, biarpun variasi anchor text Anda lebih banyak keywordnya dan lebih sedikit nama situsnya tidak akan membuat Google untuk melakukan review situs tsb secara manual. Anda sebaiknya tidak memusingkan proporsi anchor text ini. Walaupun demikian anchor text sebaiknya relevan dengan isi link tsb, misalnya bila Anda menulis anchor text “teknik SEO” maka sebaiknya link tsb mengarah ke konten yang berkaitan dengan SEO dan bukan mengarah ke teknik berkebun hehehe karena akan membuat pembaca kesal dengan situs Anda.

Mitos Link Building dalam Teknik SEO #6: Jangan Pernah Meminta Link Secara Langsung

Google mungkin tidak menyukai praktek manipulasi link yang banyak dilakukan oleh teknik “black hat” SEO belakangan ini. Meminta situs lain menaruh link Anda tidak berarti buruk asalkan penempatannya tepat dan cocok.

Mitos Link Building dalam Teknik SEO #7: Link dari Website Yang Sama Tidak Bermanfaat

Salah satu cara mendapatkan backlink berkualitas yang tepat adalah mendapatkan link dari banyak domain. Namun bukan berarti mendapatkan banyak BL dari sebuah situs yang sama tidak bermanfaat. Bila ada situs lain memberikan banyak link referensi ke web Anda maka itu tetap baik untuk Anda.

Mitos Link Building dalam Teknik SEO #8: Link dari Situs Yang Tidak Relevan Atau Beda Niche Tidak Baik

Menaruh link relevan di niche yang sama merupakan salah satu cara mendapatkan backlink berkualitas. Namun menurut Rand, link dari beda niche pun tetap sama baiknya. Jadi Anda tak perlu khawatir saat akan melakukan blogwalking ..

Itulah 8 mitos link building dalam teknik SEO yang sebaiknya diwaspadai menurut Rand Fishkin pakar SEO. Bagaimana menurut Anda? Semoga bermanfaat …

Sumber Referensi:
moz.com/blog/weird-crazy-myths-about-link-building-in-seo-you-should-probably-ignore-whiteboard-friday

 

Загрузка...

Artikel Cara Investasi Bisnis ini dikenal, sbb :

pakar seo indonesia -cara seo -bagaimana cara kerja seo loc:ID -jasa seo backlink -cara mendapatkan backlink yang benar loc:ID -seo loc:ID -cara seo website -Tips Trik SEO Terbaru 2016 -cara menjadi seo language:id -biaya seo -

Tags: Backlink Link Building Mitos

author
Penulis: 
Ani - Farmasis yang pernah bekerja di level managerial di sebuah industri PMA sebelum akhirnya memutuskan bekerja di rumah, memiliki minat di bidang kesehatan, bisnis, dan investasi.

Posting Terkait "Mitos Link Building Dalam Teknik SEO Yang Harus Diwaspadai"

Biaya Iklan Google Adwords dalam Rupiah
Seiring dengan efektivitas yang dijanjikan, banyak orang
Cara Menggunakan MailChimp dan Manfaatnya untuk Bisnis Anda
Cara menggunakan MailChimp sangat penting bagi anda
Keuntungan Menjadi Blogger dan Kekurangannya
Kekurangan dan Keuntungan Menjadi Blogger - Di
5 Tips Memilih Tema Website WordPress Yang Tepat
Dalam membuat website ada beberapa pilihan platform

Tinggalkan Balasan