3 Penyebab Bisnis Bangkrut Belajar dari Kisah Sevel

Penyebab bisnis bangkrut – Bangkrut adalah hal yang paling ditakuti oleh pebisnis. Setiap orang yang terjun ke dalam dunia bisnis pasti keinginannya adalah bisnis tersebut mampu berkembang dengan pesat dan menghasilkan profit. Sayangnya bisnis yang skalanya sudah besar pun bisa terancam kebangkrutan. Salah satu bisnis dengan skala besar yang sudah bangkrut atau tutup di tengah jalan adalah Seven Eleven yang disingkat dengan Sevel. Gerai Sevel resmi ditutup sejak tanggal 30 juni 2017 silam. Gerai pertama didirikan di Bulungan Jakarta pada tahun 2009, sejak tahun itu gerainya menjadi terus bertambah bahkan pada tahun 2014 gerai menjadi 190. Lalu apa yang menyebabkan Sevel ini gulung tikar?, simak beberapa penyebab bisnis bangkrut mencontoh dari kisah Sevel berikut ini:

Model Bisnis Tidak Jelas

Model Bisnis Tidak Jelas

Model Bisnis Tidak Jelas

Penyebab bisnis bangkrut pertama adalah model bisnis yang tidak jelas. Model bisnis adalah hal pertama yang harus dipikirkan pebisnis ketika akan mendirikan usaha. Jangan sampai akibat modelnya tidak jelas bisnis tersebut menjadi gulung tikar. Sebagai contohnya dari kisah Sevel ini. Ketika Sevel didirikan modelnya terombang-ambing antara convenience store atau juga restoran. Ketika  beoperasional, Sevel ini mengantongi izin berupa restoran. Namun jika masuk ke dalam akan bisa melihat adanya convenience store yang menyiapkan berbagai macam perlengkapan kebutuhan masyarakat.  Masalah tersebut sering diperdebatkan dikarenakan untuk mendirikan Convenience store ini harus mengantongi izin dari Kementerian Perdagangan.

Yang menjadi masalah adalah terpentok dengan regulasi yang mana bisnis convenience store ini harus dikelola oleh 100% perusahaan lokal. Sevel ini adalah toko kelontong yang asalnya dari Dallas Amerika Serikat, namun sahamnya diambil alih oleh Jepang. Oleh sebab itulah Sevel tidak bisa mengantongi izin dari Kementerian Perdagangan dikarenakan milik perusahaan asing. Dari kasus tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa model bisnis yang tepat sangat diperlukan. Selain itu juga harus memahami regulasi yang sudah diberlakukan di Indonesia supaya pengurusan izinnya tidak ribet dan tidak menyalahi regulasi.

Strategi Bisnis Kurang Matang

bangkrut

bangkrut

Penyebab bisnis bangkrut selanjutnya adalah strategi kurang mantap. Sevel adalah bisnis yang sudah besar terbukti dengan banyaknya gerai yang dibuka, namun akhirnya bangkrut juga dikarenakan strateginya yang kurang mantap. Di Indonesia telah muncul peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan tentang pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. Dikarenakan Sevel menjadi pengecer minuman beralkohol maka aturan tersebut memberikan dampak kepadanya. Setelah larangan tersebut beredar maka penjualan di Sevel menjadi menurun drastis.

Yang membuat Sevel mengalami kebangkrutan selanjutnya adalah strategi bisnis yang kurang matang. Bisnis ritel yang digeluti oleh Sevel cukup baru dibandingkan dengan pesaingnya seperti Indomaret, Alfamart dan lain-lain sehingga diperlukan strategi bisnis yang cukup matang. Masalah yang timbul lainnya adalah banyak anak muda yang nongkrong di sana tanpa mau membeli makanan atau minuman, akibatnya biaya untuk operasionalnya tidak bisa ditutupi. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab mengapa Sevel ini sampai bangkrut. Jika ingin bisnis berkembang dengan pesat sebaiknya mempertimbangkan strategi bisnis dengan matang. Jangan sampai biaya operasional tidak tertutupi dikarenakan pemasukan yang minim.

Ekspansi Agresif

Ekspansi Agresif

Ekspansi Agresif

Salah satu penyebab bisnis bangkrut adalah adanya ekspansi yang agresif. Yang dimaksud dengan ekspansi adalah aktivitas untuk mampu memperluas usaha dengan menciptakan pasar baru, perekrutan pegawai, perluasan fasilitas dan lain sebagainya. Ekspansi bukanlah sesuatu yang buruk bagi bisnis yang sedang dikembangkan namun jika sifatnya terlalu agresif atau cepat justru tidak bagus. Diperlukan perencanaan yang matang dan strategi bisnis yang mumpuni untuk melakukan ekspansi.

Melakukan ekspansi dibutuhkan analisa dan  perencanaan yang matang seperti bagaimana prospeknya di sana, target pasarnya bagaimana, persaingannya dan lain-lain. Untuk Sevel ini didirikan pada tahun 2009, namun pada tahun 2010 mereka sudah memiliki gerai ke-21. Satu tahun adalah waktu yang singkat untuk membuka banyak gerai padahal belum tentu strateginya sudah bagus. Ekspansi yang agresif akan menambah biaya operasional membengkak, padahal penjualan tidak selalu mengalami peningkatan.

Agar sukses dengan bisnis yang dijalani, ada baiknya melihat bisnis orang lain terlebih dahulu. Bagaimana bisnis tersebut berjalan, strateginya seperti apa dan masalah bisnis yang dihadapi apa saja. Bisnis yang sukses bisa dijadikan sebagai inspirasi dan yang gagal bisa dijadikan pembelajaran. Hindarilah beberapa penyebab bisnis bangkrut yang sudah dijelaskan di atas agar bisnis tidak bernasib sama seperti Sevel.

Загрузка...

Artikel Cara Investasi Bisnis ini dikenal, sbb :

bisnis bangkrut -kenapa seven eleven bangkrut -sebab bangkrutnya perdagangan menurut islam -penyebab bangkrut dalam dagang -penyebab bangkrut -kisah sevel bangkrut -kenapa bisnis bangkrut -Kenapa banyak toko sembako yg bangkrut -belajar dari bangkrutnya toko kelontong -analisa penyebab bangkrut retailer di indonesia -

Tags: apa saja Penyebab bisnis bangkrut Penyebab bisnis bangkrut Penyebab bisnis bangkrut dan cara mengatasi Penyebab bisnis bangkrutnya bisnis

author
Penulis: 
    Rifzan Ahmad adalah seorang penulis konten yang sangat tertarik dengan isu-isu seputar dunia investasi, dunia bisnis, dan dunia asuransi.

    Posting Terkait "3 Penyebab Bisnis Bangkrut Belajar dari Kisah Sevel"

    7 Analisa Penyebab Usaha Restoran Bangkrut yang Wajib Diketahui
    Pemilik restoran manapun tentu menginginkan agar usahanya
    Belajar dari Pengalaman, 5 Penyebab Teh Sariwangi Bangkrut
    Teh Sariwangi merupakan salah satu produk yang
    Punya Prospek Cerah, Inilah Ide Bisnis yang Akan Booming di 2019
    Seiring dengan berkembangnya zaman, banyak orang beranggapan

    Tinggalkan Balasan