Jenis-Jenis Bisnis Ritel Paling Umum yang Penting Anda Ketahui

Jenis-jenis bisnis ritel – Bisnis ritel merupakan bisnis yang menjanjikan di era globalisasi seperti saat  ini. Bisnis ritel ini memiliki konsep berupa menjual berbagai macam produk atau jasa atau  keduanya. Tujuan dari bisnis ritel adalah untuk keperluan konsumsi pribadi atau bersama. Produsen bisa menjual produknya ke konsumen akhir maupun kepada konsumen besar.

Ada juga proses yang supply chain yang dilakukan oleh beberapa badan usaha sebelum barang tersebut sampai ke tangan konsumen. Badan usaha tersebut adalah produsen, pabrik, supplier-retailer konsumen. Secara teknis, alur berjalan secara vertikal namun sesuai dengan perkembangan zaman, sistem ini memiliki pembaruan yang jauh lebih modern. Berikut ini jenis-jenis bisnis ritel yang wajib Anda tahu:

Berdasarkan Kepemilikan

Jenis-jenis bisnis ritel ini dikategorikan banyak sekali, salah satunya berdasarkan kepemilikan. Berdasarkan kepemilikannya bisnis ritel ini dibagi menjadi tiga seperti berikut ini:

  1. Ritel Independen

Ritel independen adalah seseorang yang membangun usahanya mulai dari tahap perencanaan sampai dengan membuka usaha ritel mereka. Pebisnis yang memiliki ritel independen ini melakukan pekerjaannya secara sendirian atau mempekerjakan beberapa orang untuk membantu usaha ritelnya tersebut.

Hampir semua orang bisa memulai bisnis ritel independen sehingga mereka harus siap untuk mengencangkan ikat pinggang agar mereka bisa mendapatkan penghasilan. Anda bisa mempekerjakan Anda sendiri sampai memiliki karyawan dan memiliki kemampuan untuk bisa membayar gaji mereka. Jenis ritel ini memang memiliki keunikan tersendiri dan memiliki kompetisi persaingan yang sangat ketat.

  1. Waralaba atau franchising

Waralaba atau franchise ini memiliki ikatan dengan sebuah induk perusahaan atau franchisor. Hak induk perusahaan atau in divide tersebut digunakan oleh Anda yang akan menjalankan bisnis secara independen. Anda yang akan menjalankan bisnis ritel ini harus mematuhi syarat dan ketentuan yang berlaku dan sudah ditetapkan oleh induk perusahaan tersebut.

Hak yang bisa didapatkan dari perusahaan induk ini berupa merek, nama, sistem dan juga prosedur. Status kepemilikan tetap ada di perusahaan induk. Contoh dari bisnis ini adalah Indomaret, Alfamart, KFC, dan McDonald.

  1. Corporate Chain

Merupakan bisnis ritel yang mana merupakan gabungan beberapa jenis bisnis yang mana berbagi merek, manajemen pusat sampai praktik bisnis yang sama kemudian membentuk rantai ikatan atau grup di dalam lokasi yang sama. Tidak mengherankan jika pemilik saham atau ritel ini merupakan suatu kelompok atau beberapa individu yang tergabung menjadi satu. Contoh dari bisnis ritel ini adalah Robinson Group, Ramayana Group dan lain sebagainya.

Skala Usaha

Jenis-jenis bisnis ritel ini juga dibedakan dari jenis skala usahanya. Sesuai dengan skala usahanya, bisnis ritel ini dibedakan menjadi dua yaitu ritel skala besar dan juga ritel kecil.  Ritel besar ini merupakan pengecer yang mana menyediakan barang maupun jasa yang dijual dalam jumlah yang banyak. Ritel ini membutuhkan tempat yang besar juga. Jenis ritel ini seperti hypermarket, department store, general store, dan juga chain store.

Untuk ritel kecil ini merupakan pengecer tradisional dan kebalikannya dari ritel besar. Barang yang dijual ini biasanya dalam jumlah yang sedikit. Untuk ritel kecil ini ada yang keliling dan juga ada yang mangkal atau menetap di satu tempat.

Bentuk Hukum

Jenis-jenis bisnis ritel ada yang sifatnya privat atau publik. Berdasarkan bentuk hukum, ritel ini terbagi menjadi ritel perorangan atau ritel independen, kemitraan atau partnership dimana memiliki dua atau tiga orang yang memiliki bisnis. Perseroan terbatas yang mana pemiliknya memiliki modal berupa saham-saham. Saat tertentu perusahaan jenis PT in bisa menjual saham ke pihak lain tanpa harus membubarkan atau membangun bisnis dari awal secara hukum.

Tempat Transaksi

Perkembangan teknologi ini membuat proses transaksi bisnis bisa terjadi dimana  saja seperti in store retailing atau di dalam toko dana non store retailing yaitu di luar toko. In store retailing ini merupakan penjualan dan transaksi di dalam toko atau warung antara penjual dan pembeli. Prosesnya adalah pembeli bisa memilih barang yang ingin mereka beli kemudian dibayarkan ke kasir.

Yang non store retailing ini adalah ritel yang mana menjual produk dan jasanya di luar toko. Contoh dari non store retailing ini adalah direct sales, vending machine, telemarketing, mail order dan lain sebagainya.

Baca juga : Perbedaan Investasi Saving Bond Ritel 003 dan Saving Bond Ritel 004

Berdasarkan Produk atau Jasa yang Ditawarkan

Jika dikategorikan, bisnis retail ini dibagi menjadi dua yaitu product retailing dan service retailing. Service retailing ini menawarkan jasa atau layanan langsung ke konsumen. Layanan ini juga dibagi menjadi beberapa kategori yang pertama adalah rented goods service dimana menyewakan barang kepada konsumen seperti sewa CD, sewa apartemen, rental mobil dan lain sebagainya.

Ada juga owned good service dimana menawarkan pelayanan berupa perbaikan barang milik konsumen. Contoh reparasi elektronik dan bengkel kendaraan. Non goods service dan sifatnya adalah intangible yaitu produk yang sifatnya non fisik contohnya adalah memandu wisata dan sopir.

Yang kedua adalah product retailing, dimana menawarkan berbagai macam produk untuk bisa memenuhi pelanggan. Ada 4 jenis produk dalam kategori ini seperti toserba atau department store, food and drug retailer, swalayan dan Superdrug, convenience store dan combination store.

 

Demikianlah jenis-jenis bisnis ritel yang penting untuk Anda ketahui, semoga informasi ini bermanfaat.

Tags: Jenis-jenis bisnis ritel macam-macam bisnis ritel

author
Penulis: 
    Senang menulis dan sangat tertarik dengan isu-isu seputar dunia investasi, dunia bisnis, dan dunia asuransi.

    Berikan komentar