Investasi P2P Untuk Ibu Rumah Tangga, Cocok atau Tidak?

Investasi P2P untuk ibu rumah tangga – Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti Anda harus selalu mengandalkan uang belanja dari suami. Saat ini sudah banyak kisah sukses ibu rumah tangga yang juga ulet dalam berbisnis. Apalagi kemajuan teknologi membuat akses lebih mudah. Yuk, jadi bagian dari ibu rumah tangga yang tidak hanya piawai merawat keluarga, tetapi juga handal dalam menambah pundi rupiah. Jika Anda bingung bagaimana caranya, Anda bisa menengok tren investasi P2P yang belakangan tengah naik daun. Untuk gambaran lengkap investasi P2P untuk ibu rumah tangga bisa Anda simak di bawah ini:

Apa itu Investasi P2P?

Mungkin Anda lebih familiar dengan investasi logam mulia, tabungan, atau deposito, dibandingkan dengan P2P. Hal itu wajar karena biasanya ibu rumah tangga lebih memilih bermain ‘aman’ ketika berinvestasi. Tapi jangan salah loh, penggiat investasi P2P saat ini sudah banyak bermunculan. Jadi, Anda tidak perlu khawatir lagi.

P2P merupakan akronim dari Peer to Peer Lending. Secara gamblang, Koinworks mendefinisikan P2P sebagai kegiatan pinjam meminjam antar perseorangan. Lebih jelasnya, P2P hadir untuk memberikan pinjaman kepada sesorang atau bisnis yang membutuhkan modal dari investor. Setali tiga uang, menurut Centra Usaha peer to peer lending adalah tempat bertemunya investor dengan calon peminjam.

Jadi, peer to peer lending memiliki dua fungsi utama. Yaitu sebagai lahan investasi bagi investor dengan cara meminjamkan uangnya serta tempat untuk mereka yang membutuhkan modal mengembangkan bisnis.

Cara kerja peer to peer (p2p) lending melibatkan tiga pihak. Yang pertama sekaligus bertugas menjadi tumpuan yakni pihak P2P website. Kemudian ada peminjam dan juga pendana atau investor. Masing-masing mempunyai peran yang berbeda. Pihak P2P website tentu saja berperan penting dalam menilai risiko, mengatur permintaan pinjaman dan suplai dana dari investor agar seimbang, membuat regulasi sesuai ketentuan pemerintah, dan tentu saja sebagai operasional dan administrasi.

Di samping itu, jika Anda berperan sebagai investor, Anda berhak untuk melakukan peninjauan terhadap calon peminjam. Anda juga akan diberikan akses untuk mengetahui profil calon peminjam untuk mengetahui tujuan peminjam, riwayat keuangan peminjam, pendapatan peminjam, dan hal lain yang meyakinkan Anda untuk memberikan pinjaman.

Oleh karena itu, jika Anda menjadi peminjam, Anda harus mempunyai tujuan yang terorganisir. Buatlah calon investor Anda percaya jika Anda mampu mengembalikan modal yang ia berikan. Dalam hal ini, P2P menyediakan perjanjian tertulis yang menyatakan jumlah dana yang dipinjam serta waktu pengembalian dana. Perjanjian tersebut harus disepakati Bersama tanpa ada paksaan dan ancaman.

Mengapa Investasi P2P Cocok Untuk Ibu Rumah Tangga?

Investasi P2P untuk ibu rumah tangga

Ada beberapa alasan mengapa investasi P2P untuk ibu rumah tangga dinilai cocok. Berikut ulasannya:

  1. Modal Awal yang Dibutuhkan Cukup Kecil

Jika Anda berpikir investasi butuh modal besar, maka tidak dengan peer to peer (p2p) lending ini. Anda bisa memulainya dengan uang Rp. 100.000 saja. Jadi, daripada uang belanja dari suami habis untuk shopping di mal, lebih baik menginvestasikannya. Anda bisa mendapatkan nilai pengembalian yang lumayan. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

  1. Keuntungan yang Didapat Besar

Anda tidak akan pernah rugi jika berinvestasi dengan cermat. Dengan investasi P2P sendiri, imbal hasil dari modal yang Anda tanam bisa mencapai 20%. Bahkan lebih besar dari deposito sebagai intrumen investasi yang dinilai paling aman. Hal tersebut karena imbal hasil P2P bergantung pada tenor pinjaman serta tingkat risiko dari sang peminjam dimana rata-rata pertahunnya berkisar 15%. Berbeda dengan deposito perbankan yang memiliki tenor perbulan 4% sampai 7% pertahun.

  1. Fleksibel

Rasanya hampir semua ibu rumah tangga ingin melakukan bisnis dari rumah saja agar anak dan rumah tetap terjaga. Tenang saja moms, investasi P2P ini bisa dilakukan dari rumah kapanpun. Anda tidak perlu membuang waktu, biaya dan tenaga untuk mengunjungi bank atau Lembaga keuangan. Anda hanya butuh akses internet di smartphone dan laptop untuk mulai berinvestasi. Jadi, manfaatkan smartphone dan kuota Anda untuk menghasilkan pundi rupiah mulai dari sekarang.

  1. Cepat dan Aman

Keuntungan dari menanam saham di P2P bisa dinikmati seminggu setelah Anda berinvestasi. Jadi, tidak perlu menunggu lama Anda sudah bisa merasakan hasilnya. Berbeda dengan saham pada deposito yang baru bisa didapatkan dalam jangka waktu 1 bulan.

Selain itu, investasi P2P juga terbilang aman. Anda tidak perlu mencemaskan dana yang diinvestasikan sebab 95% pinjaman memiliki jaminan sehingga risiko dapat diminimalisir. Peminjam juga terdaftar secara resmi sedangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengawalnya.

Secara keseluruhan, investasi P2P untuk ibu rumah tangga ini sangat mudah dan aman sehingga cocok untuk dijadikan alternatif investasi. Tak hanya itu, dengan mengikuti investasi P2P, Anda juga turut berperan dalam perkembangan UMKM.

 

Загрузка...

Tags: cara memulai Investasi P2P Untuk Ibu Rumah Tangga Investasi P2P Untuk Ibu Rumah Tangga keuntungan Investasi P2P Untuk Ibu Rumah Tangga

author
Penulis: 
    Senang menulis dan sangat tertarik dengan isu-isu seputar dunia investasi, dunia bisnis, dan dunia asuransi.

    Berikan komentar