4 Rincian Modal Bisnis Ayam Petelur dan Estimasi Pendapatan

Rincian modal bisnis ayam petelur –  Bisnis ayam petelur ini menarik untuk digeluti. Hal itu dikarenakan banyak yang membutuhkan telur ayam tersebut baik untuk dikonsumsi sendiri atau untuk acara pernikahan, selamatan, dan lain sebagainya. Citarasanya yang gurih membuat telur cocok untuk diolah berbagai macam masakan yang menggugah selera. Tidak hanya itu saja telur juga kaya akan protein dan nutrisi sehingga sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Melihat peluang usaha telor ayam yang terbuka dengan lebar maka tidak salah jika banyak masyarakat yang ingin menggeluti usaha peternakan ayam dan bisnis ayam petelur ini.

Peluang Bisnis Telur Online dan Offline

Pangsa pasar usaha telor ayam terutama telur ayam negri masih terbuka lebar. Telur ayam menjadi pilihan banyak konsumen untuk memenuhi kebutuhan protein di saat harga daging tidak terjangkau. Bahkan menu telur seakan menjadi hidangan wajib saat sarapan. Selain itu telur pun dapat diolah menjadi penganan lainnya yang lebih enak dengan harga lebih wah, seperti kue, biskuit, dll.

Para pemilik restoran, warung makan ataupun bakery merupakan beberapa contoh pangsa pasar yang dapat dilirik selain para konsumen lainnya. Dari sisi konsumen, mereka akan mencari telur ayam yang segar dan harga yang miring.

Selain dijual secara konvensional dengan membuka toko, kios ataupun warung, telur ayam pun dapat dipasarkan secara online. Justru dengan pemasaran online ini mampu menggapai pangsa pasar yang lebih luas. Walaupun demikian sebaiknya batasi penjualan hanya pada konsumen yang dekat-dekat saja dengan lokasi peternakan karena risiko telur rusak / pecah dan lamanya pengiriman. Perlu Anda ketahui, untuk menjaga kualitas dan kesegarannya, telur ayam sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 2 minggu saja.

Modal Bisnis Ayam Petelur

Bisnis Ayam Petelur

Bisnis Ayam Petelur

Dibutuhkan persiapan yang matang untuk bisa menggeluti bisnis dengan lancar. Tanpa persiapan yang matang akan bisa menyebabkan bisnis tidak bisa berjalan sesuai dengan rencana. Salah satu yang perlu dipertimbangkan oleh peternak yang akan menggeluti bisnis ini adalah modal yang harus dikeluarkan.

Kekurangan modal akan membuat bisnis macet di tengah jalan. Jika bisnis macet di tengah jalan maka kemungkinan buruk yang bisa terjadi adalah banyaknya ayam yang mati atau produktivitas ayam petelur menjadi buruk.

Agar mendapatkan profit atau keuntungan, simak rincian modal bisnis ayam petelur yang harus diperhatikan berikut ini:

Nomor Nama Jumlah Harga Sub Total
1 Kandang 4 Rp2.000.000 Rp8.000.000
2 DOC Ayam 300 Rp5.000 Rp1.500.000
3 Pakan 6 Rp100.000 Rp600.000
4 Sekam 7 Rp3.000 Rp21.000
5 Tempat Pakan 12 Rp10.000 Rp120.000
6 Tempat Minum 12 Rp10.000 Rp120.000
Total Rp10.361.000

Rincian modal bisnis ayam petelur yang disebutkan di atas fleksibel. Maksudnya adalah besar atau kecilnya modal tergantung dengan skala peternakan yang akan digeluti. Jika untuk skala kecil maka modal yang dikeluarkan pun kecil. Namun jika skala besar tentu saja modal yang harus dikeluarkan semakin besar. Khusus untuk DOC ayam petelur, sistem penjualan yang diberlakukan di peternakan adalah sistem box. Dalam satu box berisi antara 50 sampai dengan 100 ekor DOC ayam. Harga DOC pun tergantung dengan gradenya dimana grade A lebih mahal harganya dibandingkan dengan grade B.

Biaya Operasional

Biaya operasional ayam petelur

Biaya operasional ayam petelur

Khusus untuk biaya operasional ternak ayam petelur cukup besar mengingat ayam layer atau petelur membutuhkan pakan yang cukup banyak. Berikut ini adalah beberapa gambaran biaya operasional yang harus peternak keluarkan setiap harinya:

1. Biaya Pakan

Hal pertama yang harus diketahui oleh peternak adalah biaya pakan. Pakan ini membutuhkan biaya yang begitu besar karena nantinya pakan inilah yang akan membuat ayam akan menjadi semakin produktif. Berikut adalah gambaran rincian biaya operasional untuk pakan ayam petelur per harinya untuk 300 ekor ayam petelor:

Nomor Nama Jumlah Harga Sub Total
1 Konsentrat 3 Rp5.000 Rp15.000
2 Beras Jagung 6 Rp2.500 Rp15.000
3 Bekatul 2 Rp1.000 Rp2.000
Total Rp32.000

 

Jika 300 ekor ayam membutuhkan biaya Rp32.000 per harinya, maka dalam sebulan peternak harus mengeluarkan biaya sebesar Rp960.000. Dalam sehari sedikitnya peternak harus mengeluarkan pakan minimal 11 kg per hari terdiri dari konsentrat, beras jagung dan juga bekatul.

2. Biaya Vaksin dan Vitamin

Selain biaya pakan, ada juga biaya vaksin dan juga vitamin yang harus peternak keluarkan. Vaksin ini berguna untuk menghindarkan ayam dari berbagai macam penyakit yang bisa saja menyerangnya. Jika satu ekor ayam membutuhkan biaya vaksin, obat dan vitamin Rp5.000/ ekornya setiap 6 bulan, maka untuk 300 ekor ayam membutuhkan dana Rp1.500.000 per 6 bulan atau Rp250.000 per bulannya.

3. Biaya Lain-Lain

Untuk biaya lain-lain ini bisa berupa biaya karyawan, listrik, air, dan lain sebagainya. Untuk dana darurat pun bisa dimasukkan ke dalam biaya lain-lain ini. Anggap saja biaya lain-lain ini adalah 5 juta per bulannya.

Total biaya operasional adalah Rp960.000+Rp250.000+Rp3.500.000 = Rp4.710.000 per bulannya.

Berhubung usaha ayam petelur ini baru dapat menghasilkan di bulan ke-5, maka sebaiknya Anda persiapkan dulu biaya operasional ini setidaknya untuk 4 bulan pertama, yaitu 4 x Rp4.710.000 = Rp18.840.000.

Jadi modal bisnis ayam petelur yang perlu dipersiapkan untuk 300 ekor adalah Rp10.361.000 + Rp18.840.000 = Rp29.201.000.

Estimasi Pendapatan

Selain mengetahui besarnya modal dan biaya operasional yang harus dikeluarkan, hal menarik yang untuk dibahas selanjutnya adalah estimasi pendapatan. Untuk bisa mendapatkan pendapatan yang maksimal dibutuhkan cara memulai usaha ayam petelur yang baik dan benar. Jika bisnis ini dimulai dengan cara yang salah tentu saja bisnis ayam petelur tersebut tidak akan bisa berjalan maksimal sesuai dengan keinginan. Jika peternak sudah melakukan cara memelihara ayam petelur dengan baik dan benar, maka akan mendapatkan estimasi pendapatan yang menguntungkan.

Keuntungan bisnis ayam petelur

Keuntungan bisnis ayam petelur

Sebagai gambarannya 100 ekor ayam petelur bisa menghasilkan 6 kg telur per harinya. Karena memiliki 300 ekor ayam petelur maka dalam sehari peternakan bisa menghasilkan telur seberat 18 kg. Untuk harga telur di Jawa berkisar antara Rp18.500/ kg. Maka penghasilan per harinya adalah Rp333.000 per hari atau Rp9.990.000 per bulan.

Bruto tersebut dikurangi biaya operasional yaitu Rp4.710.000sehingga nettonya sebesar Rp5.280.000 per bulannya. Ayam petelur ini akan muai bertelur mulai dari 4 bulan kemudian akan bertelur maksimal sampai dengan 20 bulan. Selama itu peternak akan mendapatkan keuntungan dari penjualan telur ayam yang melimpah. Kemudian bisa kalikan dengan berapa lama ayam tersebut akan bertelur misalnya 4 bulan mulai bertelur kemudian sisa 16 bulan lagi. Maka dalam 16 bulan tersebut peternak akan mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp5.280.000×16 = Rp84.480.000.

Dengan keuntungan ini, BEP (break event point) atau balik modal terjadi pada bulan ke-10.

Melihat dari gurihnya estimasi pendapatan ayam petelur di atas peternak akan bisa balik modal dengan cepat. Rincian modal bisnis ayam petelur yang dikeluarkan sejak awal pendirian bisnis akan sudah bisa tertutupi dengan keuntungan yang akan didapatkan oleh peternak setiap bulannya.

Itulah rincian modal bisnis ayam petelur dan estimasi pendapatan bisnis ternak ayam petelor yang perlu diketahui. Bagaimana Anda tertarik untuk mencobanya?

Загрузка...

Tags: berapa Rincian modal bisnis ayam petelur Rincian modal bisnis ayam petelur Rincian modal bisnis ayam petelur 2018 Rincian modal bisnis ayam petelur terbaru

author
Penulis: 
    Senang menulis dan sangat tertarik dengan isu-isu seputar dunia investasi, dunia bisnis, dan dunia asuransi.
    1. author

      richard5 bulan agoBalas

      Ada gak masukan mengenai tempat pembelian semua modal yang tertera di atas ?

      • author

        Ani Kustini5 bulan agoBalas

        Mendapatkam tempat pembelian bahan-bahan untuk memulai usaha ternak ayam petelur sebetulnya tak terlalu sulit. Di pedesaan biasanya lebih mudah didapatkan dibandingkan di perkotaan. Coba saja agan tanya di toko-toko yang menjual pakan ayam atau burung terdekat. Atau alternatifnya cari secara online, sekarang sudah banyak toko online yang menjual kebutuhan peternakan kok. Selamat mencoba dan semoga sukses 🙂

    Berikan komentar