3 Langkah dan Cara Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Cara membuat surat izin usaha perdagangan (SIUP) sangat penting diperhatikan, terutama untuk Anda yang ingin mendirikan sebuah usaha. Hal ini karena setiap usaha perdagangan apapun membutuhkan SIUP, mulai dari usaha perseorangan, CV, PT, BUMN, koperasi, dan sebagainya. Tak hanya itu saja, SIUP juga mencakup usaha berskala kecil seperti usaha mikro dan UKM.

Tujuan SIUP sendiri adalah agar usaha perdagangan tersebut mendapatkan pengesahan dan pengakuan dari pihak pemerintah. Pasalnya tak sedikit usaha yang terjebak masalah perizinan dalam mendirikan usaha perdagangan tersebut. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang cara membuat surat izin usaha perdagangan serta bagaimana prosedurnya.

Cara Membuat SIUP

Cara Membuat SIUP

Cara Membuat SIUP

Sebelum mengulas tentang cara membuat SIUP, Anda harus tahu bahwa SIUP sendiri dikategorikan menjadi 3, tergantung dari besaran modal yang digunakan untuk usaha tersebut. Pertama adalah SIUP besar yakni untuk usaha dengan modal di atas 500 juta rupiah. Kedua adalah SIUP menengah untuk perusahaan bermodal antara 200 juta rupiah hingga 500 juta rupiah. Dan yang ketiga adalah SIUP kecil, yakni untuk usaha perdagangan dengan modal di bawah 200 juta rupiah.

Untuk mengurus SIUP, dapat dilakukan pada Kantor Dinas Perdagangan tingkat kotamadya atau kabupaten. Selain itu, SIUP juga dapat diurus pada Kantor Pelayanan Perizinan daerah setempat. Adapun SIUP besar diterbitkan oleh Kepala Kantor Perindustrian dan Perdagangan Tingkat II. Sedangkan SIUP menengah dan kecil, diterbitkan oleh Kantor Perindustrian dan Perdagangan Daerah Tingkat I. Lantas bagaimana prosedur dalam mengurus SIUP? Simak ulasan berikut.

Prosedur Pengurusan SIUP

Saat Anda hendak mengurus SIUP, ada beberapa prosedur yang harus dijalani. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengambil Formulir Pendaftaran/Surat Permohonan di Kantor Dinas Perdagangan Setempat

Bagi yang ingin mengurus SIUP, sebisa mungkin harus pemiliki usaha atau orang yang ingin menerbitkan surat usaha perdagangan. Namun apabila pemilik usaha tak dapat mengurusnya sendiri, dapat diwakilkan oleh orang lain. Hal yang perlu diingat adalah apabila pengurusan SIUP diwakilkan oleh orang lain, maka harus dilampiri dengan surat kuasa bermaterai dari pemilik.

  1. Mengisi Formulir Pendaftaran

Setelah mengisi formulir pendaftaran, tentu saja Anda harus mengisinya. Isi dengan data yang lengkap dan benar. Setelah itu, berikan materai 6.000 yang ditanda tangani oleh pemiliki atau penanggung jawab perusahaan yang akan didirikan.

Dalam proses pengurusan SIUP, fotokopi SIUP rangkap 2 dan digabung dengan berkas persyaratan administrasi seperti yang telah disediakan oleh Dinas terkait. Apabila SIUP tersebut menggunakan jasa orang lain dalam pengurusan, maka harus disertai dengan surat kuasa bermaterai.

  1. Membayar Biaya Pembuatan SIUP

Langkah dan cara membuat surat izin usaha perdagangan selanjutnya adalah menyerahkan formulir kepada Dinas terkait. Saat menyerahkan formulir SIUP, pemohon akan dikenakan tarif penerbitan SIUP. Untuk tarif, masing-masing kabupaten/kota memiliki kebijakan masing-masing berapa yang harus dibayarkan.

  1. Mengambil SIUP

Adapun proses pembuatan SIUP berlangsung selama kurang lebih 2 minggu terhitung dari waktu pengumpulan dan pembayaran biaya pembuatan SIUP. Anda tak perlu datang lagi ke Dinas, namun hanya perlu menunggu informasi. Petugas akan menghubungi Anda untuk mengambil SIUP.

Persyaratan Administrasi

Setelah mengetahui cara membuat surat izin usaha perdagangan seperti di atas, kini Anda harus tahu persyaratan administrasi apa yang dibutuhkan untuk SIUP. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. SIUP untuk Usaha Perseorangan

Fotokopi KTP pemilik usaha, fotokopi NPWP, surat keterangan domisili, materai 6.000, foto pemiliki usaha perdagangan 4 x 6 dua lembar, dan izin lain terkait usaha yang akan dibangun.

  1. SIUP untuk PT (Perseroan Terbatas)

Fotokopi KTP pemiliki usaha atau pemegang saham, fotokopi KK (apabila pemiliknya adalah perempuan), fotokopi NPWP, surat keterangan domisili, fotokopi akta pendirian PT, surat izin gangguan, foto pemilik usaha 4 x 6 dua lembar, materai 6.000, dan izin teknis dari instansi (jika diminta).

  1. SIUP untuk Koperasi

Fotokopi KTP Dewan Pengurus atau Pengawas Koperasi, fotokopi NPWP, fotokopi akta pendirian koperasi, struktur organisasi, materai 6.000, foto pemilik usaha atau penanggung jawab 4 x 6 dua lembar, dan fotokopi SITU (Surat Izin Tempat Usaha) yang disahkan oleh Pemerintah Daerah.

Setelah membaca prosedur serta persyaratan yang dibutuhkan untuk SIUP, maka siapkan segala persyaratan agar SIUP dapat segera disahkan. Demikian ulasan tentang cara membuat surat izin usaha perdagangan.

Artikel Cara Investasi Bisnis ini dikenal, sbb :

cara membuat siup -cara bikin siup -cara buat siup -cara mengurus siup -cara membuat surat izin usaha -syarat membuat siup -cara membuat surat ijin usaha -https://carainvestasibisnis com/3-langkah-dan-cara-membuat-surat-izin-usaha-perdagangan-siup/ -surat izin usaha -cara membuat izin usaha -

Tags: Cara membuat surat izin usaha Cara membuat surat izin usaha 2018 Cara membuat surat izin usaha dengan benar Cara membuat surat izin usaha dengan mudah prosedur membuat surat izin usaha syarat membuat surat izin usaha tata cara membuat surat izin usaha

author
Penulis: 
    Rifzan Ahmad adalah seorang penulis konten yang sangat tertarik dengan isu-isu seputar dunia investasi, dunia bisnis, dan dunia asuransi.

    Posting Terkait "3 Langkah dan Cara Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)"

    Ketahui Manfaat Kredit Mikro Untuk Usaha Kecil
    Manfaat kredit mikro untuk usaha kecil –
    Ketahui Perbedaan Kredit Usaha Mikro dan Kredit Usaha Makro
    Bagi anda yang mungkin sedang tertarik untuk
    6 Ide Bisnis Luar Negeri yang Belum Ada di Indonesia
    Mau buka bisnis tapi bingung, kira-kira ide

    Tinggalkan pesan "3 Langkah dan Cara Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)"